Anda pernah ketemu sama tukang parkir pas mau muter balik di jalan, kira-kira penghasilan tukang parkir itu berapa ya? kalau ada orang yang bantu anda untuk memutar dengan aman mereka biasa dsiebut sebagai “pak ogah”. pak ogah memang merupakan salah satu karakter dalam cerita si unyil yang notabene semakin beken dengan kata-katanya, “cepek dulu” artinya kalau mau dibantu sama pak ogah dia akan minta imbalan 100 rupiah dulu.

penghasilan pak ogah

Nah begitu juga dengan tukang parkir yang ada di setiap putaran di jalan, mereka bisanya membantu para pengemudi untuk bisa memutar dengan aman dan lancar, dan biasanya tidak segan-segan para pengemudi yang memberikan uang receh kisaran 1000-2000 per kali mutar.

Biasanya per satu ada dua jam saja para pak ogah bisa mengantongi uang 50 – 60 ribu rupiah. lumayan kan kerja 2 jam dapat 60rb, kalau setiap hari kerjanya 3-4 jam mereka biasanya bisa dalam sebulan menghasilkan uang sebesar 4,5 juta.

Guys, tanpa kerja di kantor mereka bisa dapat penghasilan di atas UMR jakarta, karena alasan itulah banyak orang yang berrebutan lahan parkir dan area memutar dan tidak sedikit juga yang mengambil ini sebagai ladang bisnis, lahan parkir ini biasanya yang melakukan adalah orang sekitar atau kadnag juga ada preman, tapi setiap orang punya cara yang berbeda-beda, ada yang dengan senyum dan ada juga yang dengan jutek saat membantu para pengemudi ini.

Kalau anda ke tanah abang juga ada sekelompok pak ogah yang kalau tidak diberi uang justru mereka akan meledek atau mengintimidasi pengendara, karena itu sebenarnya lahan ini sangatlah riskan dan hanya orang tertentu saja yang bisa melakukannya.

Sempat ada wacana mereka akan digaji dari pemprov DKI tapi karena tidak ada anggaran, wacana tersebut akhirnya tidak berjalan.

Keberadaa nmereka sebenarnya dibutukan juga untuk membantu melancarkan lalu lintas di jalan, apalagi terkadang kurangnya personil polisi yang berada pada titik tersebut, tapi orang-orang yang ramah dan tanpa marah ketika tidak diberi tips adalah orang yang paling layak untuk menjadi relawan “pak ogah” tapi kalau yang menjadi relawannya orang yang kasar bisa dipastikan tidak ada bedanya dengan aksi palak di jalan.

So semuanya tergantung dari siapa yang menjadi pak ogah, semoga jakarta semakin lancar dan berkurang kemacetannya. tertarik untuk menjadi “pak ogah”?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *