Bea Masuk Garam Industri

Bea Masuk Garam Industri – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengenakan bea masuk untuk garam industri. Maka dengan demikian, pengenaan bea masuk sebesar 10% tidak hanya berlaku untuk garam konsumsi saja, tetapi berlaku juga untuk garam industri. baca: pajak langsung

Oke Nurwan selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri mengungkapkan bahwa urgensi dari usulan tersebut, hal tersebut harus dilakukan mengingat selama ini hanya garam konsumsi saja yang dikenakan bea masuk. Padahal, negara berpeluang mendapatkan tambahan penerimaan dari bea masuk untuk garam industri.

“Kita (Kemendag) sudah kirim surat kepada Kemekeu untuk dipertimbangkan pengenaan bea masuk untuk garam industri,” ujar Oke Nurwan saat ditemui di Kompleks Gedung DPR, Selasa (5/9/2017).

Oke menyebut terkait besaran bea masuk yang diusulkan, itu bergantung kepada keputusan dari Kemenkeu. Selain itu, usulan dari para pemangku kepentingan akan tetap menjadi pertimbangan.

“Perlu duduk bersama untuk menetapkan besarannya sehingga industri tidak terganggu dan petani tetap berproduksi,” tuturnya.

Adhi S. Lukman selaku Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) juga menyebut bahwa pihaknya tidak akan mempermasalahkan pengenaan bea masuk bagi garam industri. baca: pelatihan pajak Menurutnya, yang terpenting adalah kelancaran bahan baku garam bagi pelaku usaha.

“Memang menambah biaya produksi namun prioritas utama kelancaran dan ketersediaan bahan baku,” ujar Adhi.

Sementara itu, Tony Tanduk selaku Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) menilai pengenaan bea masuk bagi garam industri bakal memberatkan pelaku usaha. Selain itu, kebijakan tersebut dinilai bakal menggerus daya saing industri pengguna garam.

Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (Aipgi) mencatat kebutuhan garam nasional mencapai 3,7 juta ton per tahun dengan pembagian 450.000 ton untuk industri aneka pangan, 1,7 juta ton untuk industri kimia, serta 200.000 ton untuk pengeboran minyak. baca: tarif pph badan 2016

Selanjutnya, 470.000 ton untuk pakan ternak dan pengasinan ikan, 230.000 ton untuk industri lain dan konsumsi rumah tangga sebanyak 650.000 ton. Nilai tambah dari impor garam industri yang hanya US$100 juta per tahun mencapai US$28,2 miliar.

Sumber : bisnis.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *