Impor Gas Berpotensi Masuknya Mafia

Impor Gas Berpotensi Masuknya Mafia – Fahmy Radhi selaku pengamat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingatkan akan rencana PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) mengimpor gas alam cair dari Singapura, bahwasannya akan berpotensi masuknya mafia migas. baca: Jasa Konsultan pajak

“Impor gas akan menjadi sasaran mafia migas untuk berburu rente seperti yang terjadi pada impor BBM,” ujar Fahmy.

Dia mengungkapkan bahwa menurutnya perlu ada pertimbangan untuk memaksimalkan pemanfaatan gas dari dalam negeri dahulu, sebelum mengambil opsi impor dari Singapura.

“Mestinya pemerintah mengatasi akar masalah mahalnya harga gas di dalam negeri akibat adanya trader nonpipa dan juga keterbatasan pipa untuk meningkatkan distribusi gas dari hulu ke konsumen akhir yakni industri dan PLN, ketimbang mengambil opsi impor,” ungkapnya. baca: pph pasal 21

Fahmi melanjutkan meskipun sebagai entitas bisnis, hal itu sah-sah saja bagi PLN untuk mengimpor gas asalkan harganya lebih murah ketimbang dari dalam negeri dan dia juga mengkhawatirkan jika PLN dan industri ramai-ramai impor, maka hal tersebut juga dapat mematikan industri gas dalam negeri.

 “Dengan terpuruknya industri gas dalam negeri, maka akan memicu ketergantungan impor gas, yang berpotensi menguras devisa negara,” tegasnya.

Sebelumnya, PLN dan dua perusahaan asal Singapura yakni Pavilion dan Keppel menandatangani pokok-pokok perjanjian (HOA) kerja sama studi logistik dan penyiapan fasilitas gas alam cair (LNG) skala kecil di Tanjung Pinang dan Natuna, Kepulauan Riau.

Penandatanganan HOA dilakukan di Singapura, pekan lalu saat pertemuan bilateral pemimpin negara dalam rangka memperingati kerja sama antara Indonesia dan Singapura yang ke-50 tahun.

Fasilitas penampungan LNG skala kecil tersebut direncanakan mendapat pasokan gas dari terminal di Singapura. Selain itu juga dijajaki kemungkinan memanfaatkan terminal LNG di Singapura untuk memasok gas ke pembangkit di Sumatera bagian utara.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut, PLN berharap mampu menurunkan biaya produksi listriknya di Tanah Air.
baca: administrasi perkantoran

“HOA ini bukan kontrak transaksi jual beli LNG, melainkan studi penyiapan infrastruktur mini LNG dengan tujuan mendapatkan solusi logistik yang paling andal dan efisien. Jika nantinya dari hasil studi diperoleh biaya lebih tinggi, maka studi akan berakhir tanpa tindak lanjut implementasi,” ujar Direktur PLN Amir Rosidin dalam keterangan resminya.

Sumber : antaranews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *